Monday, April 9, 2012

PENGORBANAN SEORANG KEKASIH


“Aku terbangun dalam mimpi yang indah, ku tulis dalam sebuah memori yang tak pernah ku lupakan, kesedihan, kebahagiaan, dan air mata, Tuhan tau bagaimana aku harus menjalani hidup ini dan semua sudah ada yang menentukan manusia hanya bisa menjalankan dan berusaha, seperti aku yang terus menjalani hidup ini dengan kesabaran, mengalah, dan berusaha untuk memperbaiki diri.”tulisan diary Lian
            Pagi hari yang cerah untuk beraktivitas, sama halnya dengan Lian seorang cewe tomboy berumur 17 tahun yang ceria, jutek, cuek, pemurah,egois, baik hati dan pendiam itulah beberapa sifat Lian. Pagi hari ini adalah awal Lian masuk perkuliahan semester satu, Lian ngambil jurusan seni music karna hidupnya dicurahkan ke music dari yang sedih ataupun bahagia, semua Ia curahkan ke dalam music. Dalam perkuliahan Lian bertemu dengan teman baru yang bernama Asti dan Sinta.
“Hay, kenalin aku Lian.”Lian langsung berkenalan
“Hay, gue Sinta.”jawab Sinta
“Aku Asti.”begitupun dengan Asti
“Kita satu kelas kan?”Tanya Lian
“Iyaaa.”jawab serentak Asti dan Sinta (Lian, Asti dan Sintapun masuk ke kelas)
            Saat siang hari mereka makan siang dikantin. Ada selebaran pamphlet yang berisi membutuhkan anggota baru dalam UKM music universitas. Merekapun segera mendaftar menjadi anggota, tapi terlebih dulu harus ada penyeleksian. Lian yang suka memainkan gitar dan bernyanyipun ikut penyeleksian begitupun dengan Asti dan Sinta. Penyeleksian itu diadakan pada hari Minggu. Setelah selesai melihat pamphlet itu dan selesai makan merekapun pulang ke rumah masing-masing.
            Akhirnya hari Minggu datang juga itu yang diharapkan Lian, Asti dan Sinta. Merekapun diseleksi satu per satu. Ketika giliran Lian diseleksi disitu ada seorang cowo bernama Tama ketua UKM music universitas awal bertemunya Lian dan Tama. Akhirnya Lianpun selesai diseleksi hanya tinggal menunggu pengumuman. Pengumuman dibacakan dan Lian, Asti, dan Sinta akhirnya menjadi anggota. Ketika Lian mau pulang tiba-tiba Tama memanggilnya.
‘’Lian… ‘’panggil Tama
‘’Iyaa Kak, kenapa ? ‘’jawab Lian
‘’Gak apa-apa kok, Cuma mau minta nomor HP kamu, boleh ?’’tanya Tama dengan gugup
‘’Aku kira kenapa,hehe. Boleh kok Kak.’’jawab Lian dengan menyerahkan nomor HP
            Waktupun terus berjalan hubungan antara Lian dan Tamapun semakin dalam tapi mereka belum berpacaran. Ketika dikampus Tama melihat Lian dan terus memanggilnya.
‘’Lian, kamu mau gak pergi sama aku hari sabtu besok ?’’tanya Tama dengan gugup
Sambil berfikir, ‘’Kemana Kak ?’’
‘’Nonton acara musik jazz, kamu mau kan ?’’tanya Tama lagi
‘’Hmm iya Kak aku mau.’’jawab Lian dengan tersenyum
‘’Ya udah, aku jemput besok dirumah kamu.’’Tama tersenyum sambil berlari pergi
            Hari Sabtupun akhirnya tiba juga. Lian seorang cewe tomboy berubah feminim. Lian makai gaun hijau terlihat cantik. Tama sampai dirumah Lian dan kaget melihat Lian yang feminim. Merekapun langsung menonton acara musik. Seusai menonton music Tama mengajak Lian ke Bukit Bintang. Tama mengutarakan perasaannya.
‘’Kamu mau gak jadi pacar aku??’’tanya Tama tiba-tiba
Lian kaget mendengar pertanyaan Tama, ‘’Gak salah Kak, apa Kakak bener-bener serius sama aku??’’
‘’Gak salah, Kakak serius sama kamu, Kakak sayang sama kamu semenjak kita bertemu. Gimana Lian??’’jawab Tama dengan penuh keyakinan
‘’Iya Kak, aku mau jadi pacar Kakak asalkan Kakak gak pernah nyakitin perasaan aku.’’jawab Lian
‘’Seriuss Lian?Kakak janji gak bakal nyakitin perasaan kamu.’’Tama tersenyum dan senang
Lian membalas senyum Lian menjawab, ‘’Iya Kak aku serius, aku juga sayang sama Kakak’’.
            Malam itupun mereka resmi berpacaran. Keesokan harinya Lian bertemu dengan Asti dan Sinta. Mereka berdua meledek Lian terus-terusan sampai Lian tersipu malu.
“Pipinya merah nii.’’ledek Asti
“Ada yang jadian nihh, makan-makannya mana?”ledek Sinta juga
“Ihh kalian ini, makan-makan ajah yang dipikirin.”jawab Lian dengan sedikit malu
“Jadian kapan kamu sama Tama?”tanya Sinta
“Sabtu kemaren.”jawab Lian
“Selamat yah Lian.”serentak Asti dan Sinta
“Makasih.”Lian jawab dengan muka kemerahan
            Satu bulan, empat bulan, tujuh bulan sampai akhirnya bulan 14 februari, bulan yang sangat berarti bagi Lian dan Tama karena tanggal 14 Februari merupakan hari jadian mereka. Mereka pergi untuk merayakan hari satu tahun mereka jadian. Satu peritiwapun terjadi dan menyakitkan bagi Lian. Waktu mereka sedang jalan, Tama dan Lian bertemu dengan Citra, dan Citra ternyata adalah mantan Tama. Semenjak peristiwa itu kegundahan hati Lian mulai terusik dengan datangnya orang masa lalu dalam hidup orang yang dia sayang. Dan semenjak itu juga sifat Tama berubah ke Lian. Dan ternyata Tama masih menyimpan kenangan indah bersama Citra mantannya. Hati dan perasaan Lian berkecamuk dan tidak menentu.
            “Apakah ini arti dari kekecewaan, Seseorang yang aku sayang harus berubah ketika masa lalu datang kembali, Apakah ini awal dari penyesalan, Kalau inikah awal dari penyesalan mengapa aku harus berharap lebih kepadanya, Oh Tuhan mengapa rasa ini harus lebih terhadapnya.”coretan tinta Lian
            Hari demi hari pikiran Lian semakin kacau dengan adanya Tama yang berubah kepadanya. Jarang sms.an apalagi telfon. Sibuk sibuk dan sibuk alasan Tama kepada Lian. Untuk membuang segala penatnya Lian, Asti dan Sinta pergi ke Mall. Ketika mereka sedang makan, Asti ngeliat Tama dengan seorang cewe.
“Lian itu Tama kan?”Tanya Asti
Kaget perasaan Lian dengan santai ia menjawab, “iyaaa.” Lalu Lian mengajak mereka pulang
 Setibanya dirumah tiba-tiba Lian jatuh pingsan. Dan keesokan harinya Lian tidak pergi ke kampus karena sakit. Dan Tama datang ke rumah Lian.
“Tumben kamu datang, kemana ajah dari kemaren?”Tanya Lian dengan ketus
“Aku sibuk.”jawab singkat Tama
“Apakah aku harus percaya”celoteh Lian
            Dari peristiwa itu hubungan Tama dan Lian semakin pupus. Hari Minggu Tama dirawat dirumah sakit dan Lian menjenguk Tama yang saat itu Tama sedang koma. Lian kaget mendengar penyakit Tama. Ternyata selama ini Tama mempunyai penyakit yang parah dan dia membutuhkan cangkok sumsum secepatnya karena kalau tidak umurnya tak lama lagi. Lianpun menangis melihat kondisi orang yang dia sayang harus menderita karena penyakit.
            “Tuhan kalau kau sayang aku sembuhkanlah dia untukku, Aku tak ingin melihat dia seperti itu, Aku tak mau kehilangan dia, Aku ingin bersamanya, Kalau kau enggan menyembuhkannya, Biarkan biarkan saja aku yang sakit, Aku lebih memilih dia bahagia daripada dia menderita, Aku sayang dia tulus dalam lubuk hatiku, Dengarlah permintaanku Tuhan.”rintihan perasaan Lian yang tertulis dalam buku diarinya.
            Satu bulan Tama koma dan belum ada pendonor yang tepat, setiap waktu setiap hari Lian selalu setia disampingnya. Dan Lian membisikan sesuatu dalam telinga Tama, “Aku sayang kamu”. Sadar tak sadar Tama mulai menggerakan tangannya dan mengucapkan nama Citra. Betapa sakitnya perasaan Lian, Lian yang setia dan menjaga Tama tak bisa menahan air matanya ketika nama itu yang dia sebut. Terus menerus memanggil nama Citra. Perasaan sedih tak bisa ditahan dalam hati Lian.
            “Inikah kekecewaan yang aku dapat, Menyayangi seseorang yang sudah tak mencintaiku lagi, Menjaga dan Setia ketika sedang jatuh sakit, Tapi mengapa yang kau sebut orang lain, Andaikan kau tau betapa sakit dan hancurnya perasaanku.”tulisan tak bermakna Lian dalam diarinya.
           
“Hari Sabtu besok adalah ulang tahun Tama”terlintas dalam pikiran Lian.
           
Akhirnya keputusanpun Lian ambil.Lian bertekad akan memberi hadiah terindah yang terakhir bagi Tama. Tanpa berpikir panjang Lianpun menemui Citra.
“Aku ingin kau menjaga Tama”Tanya Lian
‘’Me..me..ngapa harus aku.’’jawab Citra dengan resah
‘’Sepertinya Tama masih berharap padamu. Dia memanggil nama-nama kamu terus. Apakah kamu mau menjaga dia untukku.’’tanya Lian
Diam tak ada jawaban dari Citra.
‘’Aku sungguh mencintainya tulus dalam lubuk hatiku yang paling dalam, tapi sekarang berubah ketika kamu datang dalam hubungan kami, Tama masih menaruh harap bagimu dan mungkin masih mencintaimu. Inginku melanjutkan hubungan ini tapi perasaan hatiku mengatakan tidak karena aku tak ingin perasaanku lebih jauh sakit. Aku hanya berpesan, Jaga dia untukku jangan sampai hatinya hancur, Aku ingin pergi dalam kehidupannya dan berikan surat ini kepada Tama.’’
Kata Lian sambil pergi dalam keadaan menangis dan menaruh surat itu didepan Citra.
            Sebelum melakukakn operasi Tama sadar dari komanya dan kaget ternyata yang menjaga adalah Citra. Dan Tama mengucapkan “terimakasih Citra kamu mau menjagaku selama aku koma.”Dan Citra hanya mengangguk. Tama terasa bahagia ketika bersama dengan Citra tanpa ingat Lian kekasihnya sendiri.
            Lian ke Rumah Sakit dan bertemu dengan dokter.
Ternyata Lian akan mendonor cangkok sumsumnya kepada Tama dan meminta dokter tidak memberitahukan kepada siapa-siapa. Sesudah semua pemeriksaan selesai dan ternyata cocok. Dan satu hari sebelum ulang tahun Tama tepatnya pukul 1 dini hari, dilakukan operasi cangkok sumsumnya karena itu permintaan Lian. Dan ternyata operasinya berhasil dan lancar. Beberapa saat kemudian setelah beristirahat sebentar Lian ke ruangan Tama sambil menangis dan membisikkan kata “Aku sayang kamu, ini hadiah terakhir buat kamu dihari ulangtahun kamu, Mengembalikan cintamu dan nyawamu, Maafkanlah aku tapi aku harus pergi.”sambil menangis dan beranjak pergi.
            Keesokan harinya Tama sadar dari operasinya. Dia membuka mata perlahan-lahan lalu ditatapnya wajah Citra.
“Citra kau setia menungguku hingga aku sampai sembuh.”kata Tama sambil memegang tangan Citra. Terlintas dalam pikirannya.
“Lian .. Dimana Lian?? Mengapa dia tak menjagaku tapi kenapa harus kamu Citra yang menjagaku.” Tanya Tama dengan nada kecewa
Citra hanya menunduk dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
“Kenapa diam. Jahat sungguh terlalu jahat Lian terhadapku, kekasihnya sakit malah tak menjaga, aku tak pernah berpikir dalam pikiran dia, tak punya hati.”celoteh Tama sambil bentak-bentak.
“Dia selalu menjagamu selama kau koma.”sahut Ibu Tama
“Mana buktinya Ibu?”ucap Tama
“Dia kecewa terhadapmu, ketika kau sadar dari koma yang kau panggil bukan Lian melainkan Citra, Lian menyuruh Citra agar menjagamu.”jelas Ibu Tama
“Ya Ampun, MaafkanLah aku. Dimana sekarang Lian?”Tanya Tama dengan wajah ingin menangis
“Ini ada surat buat kamu dari Lian.”jawab Citra sambil menyerahkan sura
Buat Sayangku Tama ..
            Aku bahagia mengenalmu ..
            Tapi maafkan aku ,,
            Aku harus pergi ..
            Selamat ulangtahun Sayang ,,
            Ku berikan Dia hadiah terindah buat kamu ..
            Selamat tinggal ..

            Itulah sepucuk surat dari Lian ke Tama, Tama hanya terdiam dan menangis. Dan Dokter masuk keruangan Tama. Tiba-tiba Tama tanya kepada dokter “siapa yang mendonorkan sumsumnya kepada saya dok?”. Doker menjawab “Maaf ini rahasia.” Sambil menangis dan berteriak “siapa siapa siapa doker?” akhirnya dokterpun berkata “Seorang anak perempuan bernama Lian”. Hati dan perasaan Tama tak menentu. Tama akhirnya keluar dari rumah sakit dan mencari-cari Lian ke rumah dan kampusnya, namun tetap saja tak ada Lian. Ternyata waktu Lian membisikkan kata terakhir buat Tama, ternyata keadaan Lian belum sembuh total dari operasinya, Lian menyetir sendiri mobilnya dan mobil itu menabrak, dan akhirnya Lianpun meninggal. Tama pun menangis dan terus berkata “Maafkan aku, dan terima kasih hadiah yang kau beri untukku.”

                                                                         TAMAT

Friday, January 6, 2012

TAMAN

Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan 'nusia

SENJA DI PELABUHAN KECIL

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta kembali. Kapan, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berput

Gerimis mempercepat kelam
Ada juga kelepak elang menyinggung muram
desir hari liar berenang menemu bujuk pangkal akanan
Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri.
Berjalan menyisir semenanjung,
masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat,
sedu penghabisan bisa terdekap

KABAR DARI LAUT

Aku memang benar tolol ketika itu
mau pula membikin hubungan dengan kau
lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu
berujuk kembali dengan tujuan biru
Di tubuhku ada luka sekarang
bertambah lebar juga, mengeluar darah
di bekas dulu kau cium nafsu dan garang
lagi aku pun sangat lemah serta menyerah

Hidup berlangsung antara buritan dan kembali
Pembatasan cuma tambah menyatukan kenang
Dan tawa gila pada whisky tercemin tenang

Dan kau? Apakah kerjamu sembahyang atau memuji
Atau diantara mereka juga terdampar
Burung mati pagi hari di sisi sangkur?

Kata Mutiara

Setiap kali aku pergi ke ladang itu aku kembali merasa kecewa ,, tanpa mengetahui penyebab kekecewaanku ..
Setiap kali aku memandang ke langit yang kelabu aku merasakan hatiku mengkerut ..
Setiap kali aku mendengar nyanyian burung-burung dan celoteh musim semi aku merasa menderita tanpa mengetahui sebab penderitaanku ..

#Sayap-sayap Patah _ Kahlil Gibran

Cinta dan Kesunyian

Kehidupan cinta tak selamanya senantiasa berselimutkan manisnya madu atau pun kejora bebintangan ..
Bahkan, adakalanya, cinta menimpakan rengsa dan nestapa ..
Itulah saat di mana cinta bertaburkan kesunyian yang dibuahkan perpisahan ..
Kerinduan, kenangan dan romantika menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rinai-rinai kesunyian yang menghunjam seutas nafas cinta ..

Tapi, janganlah berduka !!
Justru Sang Nabi mengungkapkan bahwa cinta tak akan pernah berhasil menemukan wajah kebahagiaannya yang hakiki bila belum ditikam oleh penderitaan yang bersumber dari kesunyian ..

Kahlil Gibran

Sunday, January 1, 2012

AJAKAN KEKASIHKU

Kemarilah, kekasihku,
Kemarilah ..., dan jangan tinggalkan aku,
kehidupan lebih lemah daripada kematian,
tetapi kematian lebih lemah daripada cinta ...
Engkau telah membebaskanku, ...
dari siksaan gelak tawa dan pahitnya anggur itu.
Izinkan aku mencium tanganmu, tangan yang telah
memutuskan rantai-rantaiku
Ciumlah bibirku, ciumlah bibir yang telah mencoba
untuk membohongi dan yang telah menyelimuti
rahasia-rahasia hatiku.
Tutuplah mataku yang redup ini dengan jari-jemarimu yang berlumuran darah
Ketika jiwaku melayang ke angkasa, taruhlah pisau itu
di tangan kananku dan katakan pada mereka bahwa aku
telah bunuh diri karena putus asa dan cemburu.
Aku hanya mencintaimu, ... dan bukan yang lain,
aku berfikir bahwa tadi lebih baik bagiku untuk
mengorbankan hatiku, kebahagianku, kehidupanku
daripada melarikan diri bersamamu pada malam pernikahanmu
Ciumlah aku, kekasih jiwaku .. sebelum orang-orang melihat tubuhku ...
Ciumlah aku ... Ciumlah ...

KAHLIL GIBRAN

GORESAN TAK BERTEMA

Mencoba menuangkan hati
Pada goresan hitam di atas putih
Walau ku hanya seorang anak manusia
Yang tak mengerti apa itu arti cinta?
Alunan waktu yang menyertaiku
Tlah menghadirkan cinta dalam hidupku
Satu demi satu rasa itu merengkuh relung jiwa
Dan merampas semua bagian
Saat kau datang dalam tiap mimpiku
Andai ku mampu
Inginku menantang dunia yang selalu menjeratku
demgam se, ia amgin cinta yang begitu membebaniku
Engkau yang ku sayang
kini ku mengerti
bahwa ku berada pada sisi yang salah
yang teramat sempurna untuk kuraih
Semua satu bagian dalam diriku
berkata?
Aku hanyalah sesuatu yang tak berarti dalam harimu
atau bahkan
Hanya seperti batu yang tak berguna
Hingga dengan mudah kau hempaskan
Mungkin kau tak mempercayai apa itu cinta sejati
Hingga kau hanya memandangnya sebelah mata
Cintaku yang terasa hampa tanpa hadirmu
Mungkin bila masih ku diberi kesempatan
Hanya satu kali seumur hidup untuk berkata jujur
Saat inilah akan kuungkapkan
"Bahwa aku menyayangimu
Mencintaimu melebihi diriku"

Kahlil Gibran